Rabu, 18 Januari 2012

Tugas LintasBudaya

Nama : ApriLani kartika
NPM : 12509616/3PA06

TUGAS I

1. Pengertian Psikologi Lintas Budaya :
Secara umum pengertian Psikologi Lintas Budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubahan psikologis dan sosiobudaya, ekologis, dan ubahan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan ini.
Beberapa ahli mengemukakan pandangan mengenai pengertian Psikologi Lintas Budaya, diantaranya :
a. Segall, Dasen, dan Poortinga (1990)
Psikologi Lintas Budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya.
b. Brislin, Lonner, dan Thorndike (1973)
Psikologi Lintas Budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman, yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan dan signifikan.
2. Apa hubungan mempelajari lintas budaya dengan disiplin ilmu lainnya :
a. Hubungan Ekologi dengan Psikologi Lintas Budaya
Berry, Segall, Dasen, & Poortinga (1999) mengembangkan sebuah kerangka untuk memahami bagaimana sebuah perilaku dan keadaan psikologis terbentuk dalam keadaan yang berbeda-beda antar budaya. Kondisi ekologi yang terdiri dari lingkungan fisik, kondisi geografis, iklim, serta flora dan fauna, bersama-sama dengan kondisi lingkungan sosial-politik dan adaptasi biologis dan adaptasi kultural merupakan dasar bagi terbentuknya perilaku dan karakter psikologis. Ketiga hal tersebut kemudian akan melahirkan pengaruh ekologi, genetika, transmisi budaya dan pembelajaran budaya, yang bersama-sama akan melahirkan suatu perilaku dan karakter psikologis tertentu.
b. Hubungan Ilmu Sosial dengan Psikologi Lintas Budaya
Ilmu sosial mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya. Psikologi lintas budaya juga sama mempelajari individu dengan masyarakat selain itu juga mempelajari individu dengan atar masyarakat yang berbeda.
c. Hubungan Biologi dengan Psikologi Lintas Budaya
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Semua benda yang hidup menjadi obyek dari biologi. Oleh karena itu biologi berobyekkan benda-benda yang hidup, maka cukup banyak ilmu-ilmu yang tergabung di dalamnya. Oleh karena itu baik biologi maupun psikologi sama-sama membicarakan manusia. Sekalipun masing-masing ilmu itu meninjau dari sudut yang berlainan, namun pada segi-segi yang tertentu kadang-kadang kedua ilmu itu ada titik-titik pertemuan. Biologi, khususnya antropologi tidak mempelajari tentang proses kejiwaan, dan inilah yang dipelajari oleh psikologi.
Seperti telah dikemukan di atas di samping adanya hal-hal yang berlainan tampak pula adanya hal-hal yang sama dipelajari atau diperbincangakan oleh kedua ilmu itu, misalnya soal keturunan. Mengenai soal keturuan baik psikologi maupun antropologi juga membicarakan mengenai hal ini. Soal keturunan ditinjau dari segi biologi ialah hal-hal yang berhubungan dengan aspek-aspek kehidupan yang turun temurun dari suatu generasi ke generasi lain; mengenai soal ini misalnya yang terkenal dengan hukum Mendel. Soal keturunan juga dipelajari oleh psikologi antara lain misalnya sifat, intelegensi, bakat. Karena itu kuranglah sempurna kalau kita mempelajari psikologi tanpa mempelajari biologi khusunya antropologi maupun fisiologi, justru karena ilmu-ilmu ini membantu di dalam orang mempelajari psiokologi.
Psikologi lintas budaya menjadi titk temu antara kedua ilmu ini dalam kaitannya memandang manusia baik dari segi ilmu biologi maupun psikologi.
d. Hubungan Sosiologi dengan Psikologi Lintas Budaya
Manusia sebagai makhluk sosial juga menjadi obyek dari sosial. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berhubungan manusia, mempelajari manusia di dalam hidup bermasyarakatnya. Karena itu baik psikologi maupun sosiologi yang membicarakan manusia, tidaklah mengherankan kalau pada suatu pada waktu ada titik-titik di dalam meninjau pertemuan manusia itu, misalnya manusia itu, soal tingkah laku. Tinjauan sosiologi yang penting ialah hidup bermasyarakatnya, sedangkan tinjauan psikologi ialah bahwa tingkah laku sebagai manifestasi hidup kejiwaan, yang didorong oleh motif tertentu hingga manusia itu bertingkah laku atau berbuat.
3. Artikel yang menggambarkan Psikologi Lintas Budaya :
Membaca Kembali Masyarakat
00:40, Diposkan oleh Hendri Ansori
Jawa Timur adalah kawasan dengan segala keberagamannya. Dari segi kondisi alam, terdapat daerah-daerah di dataran rendah, juga beberapa daerah dataran tinggi. Daerah dataran rendah ini masih bisa dipilah-pilah dengan daerah pesisir dan daerah pedalaman. Daerah-daerah pesisir, berada memanjang di wilayah pantai utara; mulai tuban hingga ketimur wilayah tapal kuda. Sedangkan daerah dataran rendah pedalaman terhampar luas di wilayah Jawa Timur bagian barat; Nganjuk, Madiun, Ngawi Dan sekitarnya. Sementara daerah-daerah dataran tinggi berada di wilayah Malang, sebagian Probolinggo, Blitar, sebagian Tulunggung dll. Dalam studi-studi klasik, perbedaan kondisi alam menjadi perhatian dalam mengidentifikasi karateristik daerah karena keadaan alam mempengaruhi mata pencaharian masyarakat, yang seterusnya membentuk karakteristik masyarakat beserta norma dan pranata-pranata sosialnya.
Sebagai ilustrasi, kita dapat menunjuk pada norma-norma dan symbol-simbol masing-masing kategori sejarah. Dalam kategori tradisional misalnya, norma solidaritas dan partisipasi menjadi ideology. Di sini kita menemukan bahwa cita-cita egalitarian diwujudkan dalam berbagai mite, tabu dan tradisi lisan yang menunjang ideology itu. Dalam kategori patrimonial, yang ideologinya “kawulo-gusti” kita menemukan norma yang melegitimasikan dan berusaha memberikan control negara atas masyarakat dalam bentuk simbolik berupa babad, tabu, mite serta hasil-hasil seni yang mengkeramatkan raja. Dalam kategori kapitalis, dengan munculnya kelas menengah, kita melihat adanya sastra baru dengan cerita-cerita baru.
Akhirnya pada kategori teknokratis, kita melihat usaha-usaha untuk menyatakan kekecewaan dengan realisme di satu pihak, dan keinginan untuk menjadikan proses simbolis sebagai usaha untuk “social engineering” di lain pihak.
Sebagai catatan dapat dikemukakan tentang kemungkinan adanya dikotomi budaya di satu kategori dan juga ada gejala anomali budaya pada penghujung tiap kategori sejarah. Dalam masyarakat patrimonial misalnya, akan ada dikotomi social dan budaya antara golongan bangsawan dan petani. Ada budaya istana dan budaya rakyat yang masing-masing mempunyai lembaga, symbol dan normanya sendiri. Demikian juga pada kategori kapitalis, kita memiliki dikotomi budaya dalam budaya tinggi dan budaya popular, dengan lembaga, symbol dan norma-normanya sendiri. Dalam hal ini perlu diingat bahwa sekalipun dikotomi itu ada,ada pula mobilitas budaya, ke atas atau ke bawah yang menyebabkan baik lembaga, symbol, dan normanya tentu saja mengalami transformasi. (pitirim Sorokin)
Kebudayaan menjadi tidak fungsional jika symbol dan normanya tidak lagi didukung oleh lembaga-lembaga sosialnya, atau oleh modus organisasi social dari budaya itu. Kontradiksi-kontradiksi budaya dapat terjadi sehingga dapat melumpuhkan dasar-dasar sosialnya. Kontradiksi budaya dapat juga timbul karena adanya kekuatan-kekuatan budaya yang saling bertentangan dalam masyarakat.
Masyarakat Orde Baru seperti juga masyarakat Orde Lama adalah masyarakat yang ditandai oleh ketidaksetaraan. Ketika orang-orang miskin harus mencari pinjaman uang ke rentenir dengan bunga tinggi, penduduk-penduduk desa yang punya pengaruh –terutama mereka yang mempunyai kontak; memiliki akses kepada pemerintah dan dapat mengambil kredit dari BRI, dengan bunga yang lebih murah. Orang-orang kaya membawa anak-anak mereka ke klinik kesehatan swasta, sementara orang-orang miskin lain harus antri di puskesmas pemerintah, yang sudah bertahun-tahun tidak memiliki dokter. Bahkan sejumlah orang, tidak mampu pergi ke klinik sama sekali. Ketika jatuh sakit mereka mengundang pegawai rumah sakit yang praktek sebagai mantri di rumahnya.
Gambaran di atas dapat begitu saja membuat orang berfikir bahwa tidak banyak lagi norma-norma masyarakat lokal yang masih tersisa. Namun demikian kita tidak dapat melebih-lebihkan perubahan yang telah terjadi di pedesaan dan meremehkan kelangsungan kehidupan desa. Bagi kebanyakan orang, kehidupan kaum modern bukanlah keadaan yang umum dan tidak sepenuhnya diinginkan. Pada masa-masa perubahan yang cepat seperti sekarang ini, para pengamat kadang-kadang cenderung hanya melihat surutnya tradisi dan naiknya modernitas. Tetapi bahkan di sebuah desa --yang sangat Orde baru-pun—ditemukan satu semangat kemasyarakatan yang kuat. Dengan demikian sebenarnya tetap ada kesinambungan dengan masa lalu, sesuatu yang sebenarnya juga dikembangkan oleh pemerintah Orde Baru. Penting dicatat bahwa semangat kemasyarakatan ini bukanlah sisa masa lalu dan juga bukan pelarian dari kehidupan modern. Semangat kemasyarakatan ini adalah rekontruksi dari praktek-praktek kepercayaan-kepercayaaan sehari-hari. Karena kuatnya semangat kemasyarakatan ini saya percaya bahwa semangat ini akan tetap terus bertahan. Walaupun generasi muda mungkin ingin menjadi kaya, mereka tidak ingin menempati posisi sosialnya; hidup terpisah dari masyarakat. Dan tidak setiap orang menolak tetangga yang minta tolong. Orang-orang yang ingin hidup mewah juga berharap tetap menjadi “bagian dari kita”.
Bagaimana semangat komunitas berhubungan dengan berbagai perubahan, perubahan yang mempengaruhi posisi tawar-menawar antara ‘modern’ dan ‘kolot’ dengan keuntungan yang selalu jatuh pada kelompok modern yang menginginkan gaya hidup baru? Thomas Schweitzer membedakan dua pola interaksi yang bercabang di kalangan penduduk desa Jawa Tengah. Cabang pertama terdapat dalam proses produksi, yakni mentalitas individualistic yang ditujukan untuk memaksimalkan keuntungan ekonomis (Schweitzer 1989:304). Cabang yang satunya lagi, terdapat di dalam lingkungan ritual, yaitu semangat komunitas yang didasarkan pada perhitungan resiprositas dan saling memberi yang altruistic (ibid. 305). Dengan argumen yang sama, Robert Hefner (1990:154) juga menemukan mekanisme redistributif dalam pertukaran ritual di kalangan masyarakat Jawa Timur pegunungan tempat aktifitas produksi didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan komersial. Para elit sekarang ini memegang monopoli atas proses produksi dan mereka mengatur lingkungan ekonomi (hal ini berbeda dengan situasi yang berlangsung sampai tahun 1965). Oleh karena itu norma-norma di dalam lingkungan ekonomi ini cenderung menguntungkaan kelompok pemegang kekuasaan. Kaum miskin, di sisi lain, dapat memperdengarkan suara mereka hanya di dalam kehidupan budaya: di dalam konteks ritual dan konsumsi. Apabila mereka ingin memelihara beberapa aturan hukum adat dan daya tawar-menawar mereka, maka mereka harus menekankan kepada karakter redistribusi dan social yang padat di dalam ritual upacara-upacara. Sebagai senjata kaum lemah, kontrol terhadap adat adalah hal yang penting. Nilai-nilai yang dikejar dengan penuh tenaga oleh kaum miskin seringkali berhubungan dengan kepatuhan terhadap ritual, penekanan terhadap pemberian barang dan jasa secara resiprokal serta wajib terhadap keluarga, kerabat, dan tetangga (Scott 1985:237).
Memang system politik Orde Baru berlaku memberi individualisme pijakan yang kokoh, tetapi hal itu tidak berarti komunitas akan musnah. Sudah dilaporkan oleh Scott (1985:173 di Malaysia) dan Hefner (1990:188 di Jawa) bahwa dengan semakin terbatasnya wilayah interaksi social perayaan-perayaan ritual cenderung menyusut.
Dengan demikian apa yang kita lihat di suatu (desa—misalnya) bukanlah suatu pemisahan nilai-nilai yang tegas antara modern dan tradisional atau orang kaya dan orang miskin; melainkan suatu pe-lokal-an yang justru mengaburkan dikotomi seperti itu. Konsep-konsep sosiologis tentang ‘alienasi’ dan ‘modernisasi’ tidak cocok bagi desa-desa di Indonesia. Ketika kita mendengar istilah komunitas kita tidak boleh berpikir tentang tradisi; ketika kita mendengar pengaruh negara, kita juga tidak bisa berpikir tentang modernitas. Keduanya telah dipertemukan, diperbaiki bahkan dilebur menjadi satu di dalam pertemuan yang di-lokal-kan dengan realitas Indonesia. Dengan proses-proses yang menarik perhatian, hasilnya adalah campuran antara hal-hal lama dan baru, tradisi dan modern, lokal dan nasional, komunitas dan negara. Gejala ini memiliki dua sisi. Dari sudut pandang komunitas; arisan, selamatan, nangkring, musyawarah, dan jum’atan di masjid, bekerja untuk memelihara kehidupan social yang sangat kaya. Dari perspektif penguasa, kekuatan pemerintah lokal, perayaan-perayaan nasional, rasa kebangsaan Indonesia yang dirasakan bersama, dan pembangunan sarana publik membantu penciptaan suatu arena yang penting bagi masyarakat di dalam kebijakan pembangunan ekonomi dan stabilitas politik nasional. Sejalan dengan hal itu, kita telah melihat contoh-contoh ritual lama yang diberi makna baru dan diberi penghormatan ideology modern sebagai pengetahuan yang sudah panjang usianya.
Seperti kata mereka sendiri, penduduk desa sekarang adalah orang yang mampu mencari gaya hidup yang independen di tempat mereka tidak lagi tergantung pada orang lain. Konsumerisme ‘jaman duit’ memberikan makna-makna baru bagi warga desa untuk mencapai status dan kadangkala lari dari ikatan komunitas lokal. Kehidupan desa tidak lagi penuh dengan kerukunan dan gotong royong seperti pada tahun 1950-an Ward Keeler (1985) telah menggambarkan bagaimana orang Jawa memiliki sikap ganda yang mendalam terhadap otoritas.
Sumber artikel :
http://www.hendria.com/2010/06/membaca-kembali-masyarakat.html







Sumber :
Anonim. (2011). Budaya Dan Hubungannya Dengan Psikologi. www.psychologymania.wordpress.com. 12 Juli 2011. [Online]
Berry, John W, Mohammad fauzy & Edy Suhardono. (1999). Psikologi Lintas Budaya : Riset Dan Aplikasi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Minggu, 27 Februari 2011

Kepribadian Menurut sigmund freud dan erikson

Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan Erik Erikson merupakan salah teori satu yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. Bersama dengan Sigmund Freud, Erikson mendapat posisi penting dalam psikologi. Hal ini dikarenakan ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia; satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud. Selain itu karena Freud lebih banyak berbicara dalam wilayah ketidaksadaran manusia, teori Erikson yang membawa aspek kehidupan sosial dan fungsi budaya dianggap lebih realistis.



Kepribadian menurut Sigmund Freud adalah ayah dari Psikoanalisis. He continued to modify his theory over a period of nearly half a century. Dia terus memodifikasi teorinya selama hampir setengah abad. Psychoanalysis focuses on the unconscious aspects of personality. Psikoanalisis berfokus pada aspek tak sadar kepribadian. According to Freud the human mind is like an iceberg. Menurut Freud pikiran manusia adalah seperti gunung es. It is mostly hidden in the unconscious. Hal ini sebagian besar tersembunyi di bawah sadar. He believed that the conscious level of the mind was similar to the tip of the iceberg which could be seen, but the unconscious was mysterious and was hidden. Dia percaya bahwa tingkat sadar pikiran mirip dengan ujung gunung es yang dapat dilihat, tetapi tidak sadar adalah misterius dan tersembunyi. The unconscious also consists of aspects of personality of which a person is unaware. Alam bawah sadar juga terdiri dari aspek kepribadian seseorang yang tidak menyadari. The conscious on the other hand is that which is within our awareness. The sadar di sisi lain adalah yang ada di dalam kesadaran kita. The preconscious consists of that which is not in immediate awareness but is easily accessible. prasadar ini terdiri dari apa yang tidak dalam kesadaran langsung tetapi dengan mudah diakses.

In 1923 Freud described his constructs of the id, ego and the superego. Pada tahun 1923 Freud menggambarkan nya konstruk id, ego dan superego. The id is the most primitive part of our personality. id adalah bagian paling primitif dari kepribadian kita. It operates according to the pleasure principle and it simply seeks immediate gratification. Beroperasi sesuai dengan prinsip kesenangan dan itu hanya mencari kepuasan segera. Freud believed that every human had a life and death instinct. Freud percaya bahwa setiap manusia memiliki naluri hidup dan mati. The life instinct is called eros while the death instinct is called thanatos . Naluri hidup disebut eros sedangkan insting mati disebut Thanatos. Both are integral parts of the id. Keduanya merupakan bagian integral dari id. And the energy for this mechanism is libido, a flowing, dynamic force. Dan energi untuk mekanisme ini adalah libido, kekuatan, mengalir dinamis.

The ego is different from the id as it is extremely objective. Ego berbeda dari id seperti yang sangat objektif. It operates according to the "reality principle" and deals with the demands of the environment. Beroperasi sesuai dengan "prinsip realitas" dan berkaitan dengan tuntutan lingkungan. It regulates the flow of libido and keeps the id in check, thus acting as a "control center" of the personality. Ini mengatur aliran libido dan membuat id di cek, sehingga bertindak sebagai "pusat kendali" dari kepribadian. It is the superego which represents the values and standards of an individual's personality. Ini adalah superego yang mewakili nilai-nilai dan standar kepribadian seseorang. It acts as an internal judge, it punishes the ego with feelings of guilt or it rewards, which lead to feelings of pride and heightened self esteem. Ini bertindak sebagai seorang hakim internal, menghukum ego dengan perasaan bersalah atau imbalan, yang mengakibatkan perasaan bangga dan harga diri tinggi. The superego is a characteristic of the personality which strives for perfection. Superego merupakan karakteristik dari kepribadian yang berjuang untuk kesempurnaan. According to Freud, the disparity and development of the id, ego and the superego, determines an individuals behavior in a given situation, which in turn results in the development of the personality. Menurut Freud, perbedaan dan pengembangan id, ego dan superego, menentukan perilaku individu dalam situasi tertentu, yang pada gilirannya dalam pengembangan kepribadian. Freud placed great importance on the early years of a child as he believed that what we are as adults is determined by childhood experiences. Freud mementingkan besar pada tahun-tahun awal anak seperti ia percaya bahwa apa yang kita sebagai orang dewasa ditentukan oleh pengalaman masa kanak-kanak. Freud called these early years of development the psychosexual years of development. Freud disebut tahun-tahun awal pembangunan tahun psikoseksual pembangunan. These early years proceed through a number of stages. Tahun-tahun awal dilanjutkan melalui beberapa tahap. Each child undergoes the different stages. Setiap anak mengalami tahapan yang berbeda. These stages are the oral stage (first year of life), the anal stage ( second year), phallic stage (third through fifth year), a period of latency (from 6 to 12), and the genital stage (after puberty). Tahap ini adalah tahap oral (tahun pertama kehidupan), tahap anal (tahun kedua), tahap phallic (ketiga melalui tahun kelima), jangka waktu latency (dari 6 sampai 12), dan tahap genital (setelah pubertas). Freud believed that as every child passes through these stages there might be a likely possibility that a child may spend more time in a particular stage then they aught to. Freud percaya bahwa setiap anak melewati tahap ini mungkin ada kemungkinan kemungkinan bahwa seorang anak bisa menghabiskan waktu lebih banyak dalam tahap tertentu kemudian mereka sedikit pun ke. This condition can lead to a fixation or an incomplete development of the personality. Kondisi ini dapat menyebabkan fiksasi atau perkembangan yang tidak lengkap kepribadian. A critical event during the first five years of life is the experience of Oedipus and Electra conflicts. Sebuah peristiwa penting selama lima tahun pertama kehidupan adalah pengalaman konflik Oedipus dan Electra. Freud believed that both sexes encounter and must deal with these turmoils, which result from boys developing sexual attraction toward their mothers, and girls developing sexual attraction towards their fathers. Freud percaya bahwa kedua pertemuan jenis kelamin dan harus berhadapan dengan gejolak ini, yang hasil dari anak-anak mengembangkan daya tarik seksual terhadap ibu mereka, dan anak perempuan mengembangkan daya tarik seksual terhadap ayah mereka. A boy may have feelings of jealousy towards his father as he is an obstacle between him and his mother. anak mungkin memiliki perasaan cemburu terhadap ayahnya karena ia adalah kendala antara dirinya dan ibunya. And, they fear retaliation by their fathers if they are caught (fear of castration). Dan, mereka takut pembalasan oleh ayah mereka jika mereka tertangkap (takut pengebirian). Since the boy loves his father, these feelings are repressed and he begins to identify with the father, adopting his values. Sejak anak itu mencintai ayahnya, perasaan ini ditekan dan ia mulai mengidentifikasi dengan ayah, mengadopsi nilai-nilai. Similarly girls develop hostility towards their mothers, unconsciously blaming their mothers for not being equal with boys. Demikian pula gadis mengembangkan permusuhan terhadap ibu mereka, tanpa sadar menyalahkan ibu mereka tidak sama dengan anak laki-laki. They assume that something is missing and feels inadequate (penis envy). Mereka menganggap sesuatu yang hilang dan terasa tidak memadai (iri penis).

Another major aspect of psychoanalysis is the development of defense mechanisms. Aspek utama psikoanalisis adalah pengembangan mekanisme pertahanan. According to the theory defense mechanisms are used by the ego to protect the person from anxiety. Menurut teori mekanisme pertahanan digunakan oleh ego untuk melindungi orang dari kecemasan. Repression is when information is pushed down into the unconscious. Represi adalah ketika informasi didorong ke dalam bawah sadar. This information is either unpleasant or undesirable and may cause anxiety. Informasi ini baik menyenangkan atau tidak diinginkan dan dapat menyebabkan kecemasan. Very often this information is pushed so deep down into the unconscious that is hard to retrieve. Sangat sering informasi ini didorong begitu dalam ke dalam alam bawah sadar yang sulit untuk mengambil. Reaction formation is when due to anxiety feelings are replaced by the extreme opposite. Reaksi formasi adalah ketika karena perasaan kecemasan akan diganti dengan yang berlawanan ekstrim. For instance a person feeling hate will be replaced by love. Misalnya seseorang yang benci perasaan akan digantikan oleh cinta. Undoing is when the ego completely changes actions which lead to feelings of anxiety. Membatalkan adalah ketika ego sepenuhnya perubahan tindakan yang mengarah pada perasaan kecemasan. In this mechanism the truth may be drastically distorted. Dalam mekanisme ini kebenaran mungkin drastis terdistorsi. Projection is when an individual tends to assign one's own shortcomings on to someone else. Proyeksi adalah ketika seorang individu cenderung untuk menetapkan kelemahan sendiri ke orang lain. Rationalization is when an irrational act is made to appear rational. Rasionalisasi adalah ketika suatu tindakan irasional dibuat untuk tampak rasional. Denial occurs in cases where the ego is threatened and a person refuses to acknowledge the reality or seriousness of the situation. Penolakan terjadi dalam kasus di mana ego terancam dan seseorang menolak untuk mengakui kenyataan atau keseriusan situasi. Identification involves empathizing with the qualities or characteristics of another favorable person. Identifikasi melibatkan berempati dengan kualitas atau karakteristik yang menguntungkan orang lain. Fixation and Regression are related mechanisms which occur during psychosexual development. Fiksasi dan Regresi merupakan mekanisme istimewa yang terjadi selama perkembangan psikoseksual.

Psychoanalysis is also a therapy. Psikoanalisis juga terapi. It is based on the observation that individuals are often unaware of many of the factors that determine their emotions and behavior. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa individu seringkali tidak menyadari banyak faktor yang menentukan emosi dan perilaku. Psychoanalytic treatment demonstrates how these unconscious factors affect current relationships and patterns of behavior, traces them back to their historical origins, shows how they have changed, and helps individuals to deal better with the realities of adult life. pengobatan psikoanalitik menunjukkan bagaimana faktor-faktor bawah sadar mempengaruhi hubungan saat ini dan pola perilaku, jejak mereka kembali ke asal-usul sejarah mereka, menunjukkan bagaimana mereka telah berubah, dan membantu individu untuk kesepakatan yang lebih baik dengan realitas kehidupan dewasa.

Senin, 21 Februari 2011

Sejarah Kesehatan mental

    Seperti kesehatan fisik, kesehatan mental merupakan aspek sangat penting bagi setiap fase kehidupan manusia. Keshatan mental terentang dari yang baik sampai dengan yang buruk. Setiap orang, mungkin dalam hidupnya mengalami kedua sisi rentangan tersebut, kadang-kadang keadaan mentalnya sangat sehat, tetapi dilain waktu justru sebaliknya. Pada saat mengalami masalah kesehatan mental, seseorang membutuhkan pertolongan orang lain untuk mengatasi masalah yang dihadapinya tersebuit. Kesalahan mental dapat memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari atau masa depan seseorang termasuk anak-anak dan remaja. Merawat dan melindungi keshatan mental anak-anak merupakan aspek yang sangat penting yang dapat membantu perkembangan anak yang lebih baik di masa depan.

http://bpi2006uinjkt.blogspot.com/2009/06/sejarah-gerakan-kesehatan-mental.html

Senin, 14 Februari 2011

Kesehatan

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit.

Sabtu, 18 Desember 2010

E-Government

E-Government yang "juga disebut e-gov, digital government, online government atau dalam konteks tertentu transformational government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik." (Ref: Wikipedia)

e-commers

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_elektronik

E-Library

Web site chickaholic kini memiliki inovasi baru berupa e-library atau perpustakaan digital. Konsep e-library adalah sebuah perpustakaan digital yang ada dalam website chickaholic dengan menyediakan link buku elektronik (e-book) yang dapat didownload pengunjung dengan gratis, buku yang telah didownload tersebut dapat / bebas disebarluaskan kembali dengan tidak mengubah materi yang ada dan menghilangkan sumber penulisnya.
Kelebihan perpustakaan digital (e-library) dibandingkan dengan perpustakaan konvensional lainnya adalah : pengunjung bebas mendownload buku yang kami sediakan, dan buku tersebut tidak perlu dikembalikan, karena buku yang telah Anda download adalah milik Anda. Karena konsep e-library adalah menyediakan buku digital (e-book) yang berbentuk file PDF, maka untuk membacanya tidak diperlukan kertas (kecuali jika ingin di print sendiri), sehingga secara tidak langsung, kita dapat berhemat penggunaan kertas, yang notabene untuk menghasilkan kertas harus menebang pohon di hutan sebagai bahan pembuat kertasnya. Dengan begitu, berarti kita semua telah berupaya untuk mencegah pemanasan global yang terjadi di bumi ini, Anda juga telah mendukung konservasi hutan dan menjaga kelestarian hutan tersebut. 

SUMBER : http://chickaholic.wordpress.com/2008/06/18/new-inovation-e-library/